MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI

Jurusan Pendidikan Geografi FIS_UNESA

 

geogeogeo.comyr.com

Dibuat oleh:

Mahasiswa Jurusan Geografi angkatan 2006

Konsep Geografi

 

-Pendekatan Geografi

 

-Prinsip-prinsip geografi

 

-Aspek-aspek geografi

 

-Sejarah Pembentukan Bumi

 

-Tata Surya dan Jagad Raya

 

-Litosfer

 

-Dinamika Perubahan Litosfer

 

-Pedosfer

 

-Dinamika perubahan Pedosfer

-Dampak Litosfer terhadap kehidupan Muka bumi

 

-Dampak Pedosfer Terhadap Kehidupan Muka Bumi

 

-Atmosfer

 

-Dampak Atmosfer pada Kehidupan Muka Bumi

 

-Hidrosfer

 

-Dampak Hidrosfer pada Kehidupan muka bumi

 

-Biosfer

 

-sebaran Fauna

 

-sebaran Flora

-Antroposfer

 

-Analisis Kependudukan

 

-Sumber Daya Alam

 

-Sebaran Sumber Daya Alam Di Indonesia

 

-Pemanfaatan Sumber Daya Alam

 

-Lingkungan Hidup

 

-Pemanfaatan Lingkungan Hidup

 

-Pelestarian Lingkungan Hidup

 

-Hubungan Lingkungan Hidup dengan Pembnagunan

 

-Pembangunan berbasis Lingkungan Hidup

 

-Prinsip Dasar Peta

 

-Teknik Pembuatan Peta

 

-Analisis Lokasi Industri dengan Peta

 

-Analisis Lokasi Pertanian Dengan Peta

 

-Citra Penginderaan Jauh

 

-Sistem Informasi geografi

 

-Interaksi Desa-kota

-Konsep Perencanaan Wilayah

 

-Analisis Wilayah Negara Maju dan Negara Berkembang

 

 

2. Batuan sediment atau sering disebut sedimentary rocks adalah batuan yang terbentuk akibat proses pembatuan atau lithifikasi dari hasil proses pelapukan dan erosi yang kemudian tertransportasi dan seterusnya terendapkan. Batuan sediment ini bias digolongkan lagi menjadi beberapa bagian diantaranya batuan sediment klastik, batuan sediment kimia, dan batuan sediment organik. Batuan sediment klastik terbentuk melalui proses pengendapan dari material-material yang mengalami proses transportasi. Besar butir dari batuan sediment klastik bervariasi dari mulai ukuran lempung sampai ukuran bongkah. Biasanya batuan tersebut menjadi batuan penyimpan hidrokarbon (reservoir rocks) atau bisa juga menjadi batuan induk sebagai penghasil hidrokarbon (source rocks). Contohnya batu konglomerat, batu pasir dan batu lempung. Batuan sediment kimia terbentuk melalui proses presipitasi dari larutan. Biasanya batuan tersebut menjadi batuan pelindung (seal rocks) hidrokarbon dari migrasi. Contohnya anhidrit dan batu garam (salt). Batuan sediment organik terbentuk dari gabungan sisa-sisa makhluk hidup. Batuan ini biasanya menjadi batuan induk (source) atau batuan penyimpan (reservoir). Contohnya adalah batugamping terumbu.

3. Batuan metamorf atau batuan malihan adalah batuan yang terbentuk akibat proses perubahan temperature dan/atau tekanan dari batuan yang telah ada sebelumnya. Akibat bertambahnya temperature dan/atau tekanan, batuan sebelumnya akan berubah tektur dan strukturnya sehingga membentuk batuan baru dengan tekstur dan struktur yang baru pula. Contoh batuan tersebut adalah batu sabak atau slate yang merupakan perubahan batu lempung. Batu marmer yang merupakan perubahan dari batu gamping. Batu kuarsit yang merupakan perubahan dari batu pasir.Apabila semua batuan-batuan yang sebelumnya terpanaskan dan meleleh maka akan membentuk magma yang kemudian mengalami proses pendinginan kembali dan menjadi batuan-batuan baru lagi.

 

MACAM-MACAM BENTUK MUKA BUMI SEBAGAI AKIBAT PROSES VULKANISME, SEISME, DAN DIATROPISME

 

TENAGA YANG MEMBENTUK PERMUKAAN BUMI

1.      Tenaga eksogen

yaitu tenaga yang berasal dari luar bumi. Sifat umum tenaga eksogen adalah merombak bentuk permukaan bumi hasil bentukan dari tenaga endogen. Bukit atau tebing yang terbentuk hasil tenaga endogen terkikis oleh angin, sehingga dapat mengubah bentuk permukaan bumi.

Secara umum tenaga eksogen berasal dari 3 sumber, yaitu:

·         Atmosfer, yaitu perubahan suhu dan angin.

·         Air yaitu bisa berupa aliran air, siraman hujan, hempasan gelombang laut, gletser, dan sebagainya.

·         Organisme yaitu berupa jasad renik, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia.

Di permukaan laut, bagian litosfer yang muncul akan mengalami penggerusan oleh tenaga eksogen yaitu dengan jalan pelapukan, pengikisan dan pengangkutan, serta sedimentasi. Misalnya di permukaan laut muncul bukit hasil aktivitas tektonisme atau vulkanisme. Mula-mula bukit dihancurkannya melalui tenaga pelapukan, kemudian puing-puing yang telah hancur diangkut oleh tenaga air, angin, gletser atau dengan hanya grafitasi bumi. Hasil pengangkutan itu kemudian diendapkan, ditimbun di bagian lain yang akhirnya membentuk timbunan atau hamparan bantuan hancur dari yang kasar sampai yang halus.

Contoh lain dari tenaga eksogen adalah pengikisan pantai. Setiap saat air laut menerjang pantai yang akibatnya tanah dan batuannya terkikis dan terbawa oleh air. Tanah dan batuan yang dibawa air tersebut kemudian diendapkan dan menyebabkan pantai menjadi dangkal. Di daerah pegunungan bisa juga ditemukan sebuah bukit batu yang kian hari semakin kecil akibat tiupan angin.

 

2.      Tenaga endogen

adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan perubahan pada kulit bumi. Tenaga endogen ini sifatnya membentuk permukaan bumi menjadi tidak rata. Mungkin saja di suatu daerah dulunya permukaan bumi rata (datar) tetapi akibat tenaga endogen ini berubah menjadi gunung, bukit atau pegunungan. Pada bagian lain permukaan bumi turun menjadikan adanya lembah atau jurang. Secara umum tenaga endogen dibagi dalam tiga jenis yaitu tektonisme, vulkanisme, dan seisme atau gempa.

1.      GEJALA VULKANISME

a) Gunungapi strato atau kerucut.
Kebanyakan gunung berapi di dunia merupakan gunung api kerucut. Letusan pada gunung api kerucut termasuk letusan kecil.letusan dapat berupa lelehan batuan yang panas dan cair. Seringnya terjadi lelehan menyebabkan lereng gunung berlapis lapis.Oleh karena itu, gunung api ini disebut gunung api strato. Sebagian besar gunung berapi di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Maluku termasuk gunung api kerucut.

 

b) Gunung api maar.
Bentuk gunung api maar seperti danau kering. Jenis gunung api maar seperti danau kering. Jenis gunung api maar tidak banyak. gunung berapi ini terbentuk karena ada letusan besar yang membentuk lubang besar pada puncak yang di sebut kawah. Gunung api maar memiliki corong. Contohnya Gunung Lamongan jawa Timur dengan kawahnya Klakah.

 

 

 

c) Gunung api perisai

Di Indonesia tidak ada gunung yang berbentuk perisai. Gunung api perisai contohnya Maona Loa Hawaii, Amerika Serikat. Gunung api perisai terjadi karena magma cair keluar dengan tekanan rendah hampir tanpa letusan. Lereng gunung yang terbantuk menjadi sangat landai.

 

3. DIATROPISME/TEKTONISME/TEKTOGANESA

Tektonisme adalah perubahan letak lapisan bumi secara mendatar maupun vertikal. Bentuk hasil tenaga tektonisme lipatan dan patahan. Yang dimaksud dengan gerak tektonik adalah semua gerak naik dan turun yang menyebabkan perubahan bentuk kulit bumi. Gerak ini dibedakan lagi antara gerak epirogenetik dan gerak orogenetik.

 

1.      Gerak Epirogenetik adalah gerak atu pergeseran lapisan kulit bumi yang relative lambat, berlangsung dalam waktu yang lama, dan meliputi daerah yang luas. Ada 2 macam gerakan epirogenetik:

1.      Epirogenetik positif, yaitu gerak turunnya daratan sehingga terlihat seakan pemukaan air laut naik. Hal ini terlihat jelas di pantai. Contoh: turunnya pulau-pulau di Indonesia bagian timur, misalnya Pulau Maluku danPulau Banda.

2.      Epirogenetik negatif, yaitu gerakan naiknya daratn sehingga terlihat seakan seakan permukaan air laut turun.

Contoh : naiknya Oulau Timor dan Buton.

2.      Gerak orogenetik adalah gerakan yang relative lebih cepat daripada gerak epirogenetik. Gerak ini disebut gerakan membentuk pegunungan. Gerakan ini menyebabkan tekanan horizontal dan vertikal di kulit bumi,yang menyebabakan peristiwa dislokasi atau berpindah-pindahnya lapisan kulit bumi. Peristiwa ini dapat menimbulkan lipatan dan patahan.

1.      Lipatan (kerutan)

Gerakan tekanan horizontal menyebabkan lapisan kulit bumi yang elastis berkerut, melipat, dan menyebabkan relief-relief mukabumi berbentuk pegunungan. Contoh, pegunungan-pegunungan tua seperti pegunungan Ural. Lipatan ini terjadi pada zaman primer.

Gambar : Lipatan

 

Gambar : Terjadinya Pegunungan Lipatan

2.      Patahan (retakan)

Gerakan tekanan horizontal dan vertikal menyebabkan lapisan kulit bumi yang rapuh menjadi retak atau patah. Misalnya: tanah turun (Slenk), tanah naik (Horst), dan Fleksur.

Gambar : Macam-Macam Patahan

 

 

 

Kembali..

Selanjutnya..