|
|
MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI Jurusan Pendidikan Geografi FIS_UNESA geogeogeo.comyr.com |
Dibuat oleh: Mahasiswa Jurusan Geografi angkatan 2006 |
|
-Dampak Litosfer terhadap kehidupan
Muka bumi -Dampak
Pedosfer Terhadap Kehidupan Muka Bumi -Dampak
Atmosfer pada Kehidupan Muka Bumi -Dampak
Hidrosfer pada Kehidupan muka bumi -Sebaran Sumber
Daya Alam Di Indonesia -Hubungan Lingkungan Hidup dengan Pembnagunan -Pembangunan berbasis Lingkungan Hidup -Teknik Pembuatan Peta -Analisis Lokasi Industri dengan Peta -Analisis
Lokasi Pertanian Dengan Peta -Citra Penginderaan Jauh -Analisis
Wilayah Negara Maju dan Negara Berkembang |
2. Batuan sediment atau sering disebut sedimentary rocks adalah batuan yang terbentuk akibat proses pembatuan atau lithifikasi dari hasil proses pelapukan dan erosi yang kemudian tertransportasi dan seterusnya terendapkan. Batuan sediment ini bias digolongkan lagi menjadi beberapa bagian diantaranya batuan sediment klastik, batuan sediment kimia, dan batuan sediment organik. Batuan sediment klastik terbentuk melalui proses pengendapan dari material-material yang mengalami proses transportasi. Besar butir dari batuan sediment klastik bervariasi dari mulai ukuran lempung sampai ukuran bongkah. Biasanya batuan tersebut menjadi batuan penyimpan hidrokarbon (reservoir rocks) atau bisa juga menjadi batuan induk sebagai penghasil hidrokarbon (source rocks). Contohnya batu konglomerat, batu pasir dan batu lempung. Batuan sediment kimia terbentuk melalui proses presipitasi dari larutan. Biasanya batuan tersebut menjadi batuan pelindung (seal rocks) hidrokarbon dari migrasi. Contohnya anhidrit dan batu garam (salt). Batuan sediment organik terbentuk dari gabungan sisa-sisa makhluk hidup. Batuan ini biasanya menjadi batuan induk (source) atau batuan penyimpan (reservoir). Contohnya adalah batugamping terumbu. 3. Batuan
metamorf atau batuan malihan adalah batuan yang terbentuk
akibat proses perubahan temperature dan/atau tekanan dari batuan yang telah
ada sebelumnya. Akibat bertambahnya temperature dan/atau tekanan, batuan
sebelumnya akan berubah tektur dan strukturnya sehingga membentuk batuan baru
dengan tekstur dan struktur yang baru pula. Contoh batuan tersebut adalah
batu sabak atau slate yang merupakan perubahan batu lempung. Batu marmer yang
merupakan perubahan dari batu gamping. Batu kuarsit yang merupakan perubahan
dari batu pasir.Apabila semua batuan-batuan yang sebelumnya terpanaskan dan
meleleh maka akan membentuk magma yang kemudian mengalami proses pendinginan
kembali dan menjadi batuan-batuan baru lagi. MACAM-MACAM BENTUK MUKA BUMI SEBAGAI AKIBAT PROSES VULKANISME, SEISME, DAN DIATROPISME TENAGA YANG MEMBENTUK PERMUKAAN BUMI 1.
Tenaga eksogen yaitu tenaga yang berasal dari luar bumi. Sifat umum tenaga eksogen
adalah merombak bentuk permukaan bumi hasil bentukan dari tenaga endogen. Bukit atau tebing
yang terbentuk hasil tenaga endogen terkikis oleh angin, sehingga dapat
mengubah bentuk permukaan bumi. Secara umum tenaga eksogen berasal dari 3 sumber, yaitu: ·
Atmosfer, yaitu perubahan suhu dan angin. ·
Air yaitu bisa berupa aliran air, siraman hujan, hempasan
gelombang laut, gletser, dan sebagainya. ·
Organisme yaitu berupa jasad
renik, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia. Di permukaan laut, bagian litosfer
yang muncul akan mengalami penggerusan oleh tenaga eksogen yaitu dengan jalan
pelapukan, pengikisan dan pengangkutan, serta sedimentasi.
Misalnya di permukaan laut muncul bukit hasil aktivitas tektonisme
atau vulkanisme. Mula-mula bukit dihancurkannya melalui tenaga
pelapukan, kemudian puing-puing yang telah hancur diangkut oleh tenaga air,
angin, gletser atau dengan hanya grafitasi bumi. Hasil pengangkutan itu kemudian diendapkan, ditimbun di
bagian lain yang akhirnya membentuk timbunan atau hamparan bantuan hancur
dari yang kasar sampai yang halus. Contoh lain dari tenaga eksogen
adalah pengikisan pantai. Setiap saat air laut menerjang pantai yang
akibatnya tanah dan batuannya terkikis dan terbawa oleh air. Tanah dan batuan
yang dibawa air tersebut kemudian diendapkan dan menyebabkan pantai menjadi
dangkal. Di daerah pegunungan bisa juga ditemukan sebuah bukit batu yang kian
hari semakin kecil akibat tiupan angin. 2. Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal
dari dalam bumi
yang menyebabkan perubahan pada kulit
bumi. Tenaga endogen ini sifatnya membentuk permukaan
bumi menjadi tidak rata. Mungkin saja di suatu daerah dulunya permukaan bumi
rata (datar) tetapi akibat tenaga endogen ini berubah menjadi gunung, bukit
atau pegunungan. Pada bagian lain permukaan bumi turun menjadikan adanya
lembah atau jurang. Secara umum tenaga endogen dibagi dalam tiga jenis yaitu tektonisme, vulkanisme, dan seisme atau gempa. 1.
GEJALA VULKANISME a) Gunungapi strato atau kerucut.
b) Gunung api maar.
c) Gunung api perisai Di Indonesia tidak ada gunung
yang berbentuk perisai. Gunung api perisai contohnya Maona Loa
3.
DIATROPISME/TEKTONISME/TEKTOGANESA Tektonisme adalah perubahan letak lapisan
bumi secara mendatar maupun vertikal. Bentuk hasil tenaga tektonisme lipatan
dan patahan. Yang dimaksud dengan gerak tektonik adalah semua gerak naik dan
turun yang menyebabkan perubahan bentuk kulit bumi. Gerak ini dibedakan lagi
antara gerak epirogenetik dan gerak orogenetik. 1.
Gerak Epirogenetik adalah
gerak atu pergeseran lapisan kulit bumi yang relative lambat, berlangsung
dalam waktu yang lama, dan meliputi daerah yang luas. 1.
Epirogenetik positif, yaitu
gerak turunnya daratan sehingga terlihat seakan pemukaan air laut naik. Hal
ini terlihat jelas di pantai. Contoh: turunnya pulau-pulau di Indonesia
bagian timur, misalnya Pulau Maluku danPulau Banda. 2.
Epirogenetik negatif, yaitu
gerakan naiknya daratn sehingga terlihat seakan seakan permukaan air laut
turun. Contoh : naiknya Oulau 2.
Gerak orogenetik adalah
gerakan yang relative lebih cepat daripada gerak epirogenetik. Gerak ini
disebut gerakan membentuk pegunungan. Gerakan ini menyebabkan tekanan
horizontal dan vertikal di kulit bumi,yang
menyebabakan peristiwa dislokasi atau berpindah-pindahnya lapisan kulit bumi.
Peristiwa ini dapat menimbulkan lipatan dan patahan. 1.
Lipatan (kerutan) Gerakan tekanan horizontal menyebabkan lapisan kulit bumi
yang elastis berkerut, melipat, dan menyebabkan relief-relief mukabumi
berbentuk pegunungan. Contoh, pegunungan-pegunungan tua seperti pegunungan
Ural. Lipatan ini terjadi pada zaman primer.
Gambar : Lipatan
Gambar : Terjadinya Pegunungan Lipatan 2.
Patahan (retakan) Gerakan tekanan horizontal dan vertikal menyebabkan
lapisan kulit bumi yang rapuh menjadi retak atau patah. Misalnya: tanah turun
(Slenk), tanah naik (Horst), dan Fleksur.
Gambar : Macam-Macam Patahan |
|
|
|
|
|