|
|
MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI Jurusan Pendidikan Geografi FIS_UNESA geogeogeo.comyr.com |
Dibuat oleh: Mahasiswa Jurusan Geografi angkatan 2006 |
|
-Dampak Litosfer terhadap kehidupan
Muka bumi -Dampak
Pedosfer Terhadap Kehidupan Muka Bumi -Dampak
Atmosfer pada Kehidupan Muka Bumi -Dampak
Hidrosfer pada Kehidupan muka bumi -Sebaran Sumber
Daya Alam Di Indonesia -Hubungan Lingkungan Hidup dengan Pembnagunan -Pembangunan berbasis Lingkungan Hidup -Teknik Pembuatan Peta -Analisis Lokasi Industri dengan Peta -Analisis
Lokasi Pertanian Dengan Peta -Citra Penginderaan Jauh -Analisis
Wilayah Negara Maju dan Negara Berkembang |
STRUKTUR LAPISAN KULIT
BUMI 1.
Pengertian Litosfer Lapisan Kulit bumi sering disebut litosfer.
Litosfer berasal dari Litos artinya Batu, Sphaire berarti
bulatan. Litosfer merupakan lapisan batuan/ kulit bumi yang bulat dengan
ketebalan kurang lebih 1200 km. Litosfer yaitu lapisan yang terletak diantara
lapisan pengantara, dengan ketebalan 1200 km. Berat jenisnya rata-rata 2,8 g/cm3. Litosfer (kulit bumi) terdiri atas 2
bagian, yaitu : 1). Lapisan Sial, yaitu lapisan kulit bumi
yang tersusun atas logam sisilium dan aluminium. Senyawa dalam bentuk SiO2
dan Al2O3 dalamlapisan ini antaralain terdapat batuan
sediment, granit,andesit, jenis-jenis batuan
metamorf, dan batuan lain yang terdapat di dataran benua. Lapisan Sial
disebut juga lapisan kerak bersifat padat dan kaku, berketebalan rata-rata
kurang lebih 35 km. Kerak benua dibagi menjadi 2 bagian, yaitu : ·
Kerak benua,
merupakan benda padat yang terdiri dari batuan beku granit.
Pada bagian atasnya dan batuanbeku basalt pada bagian bawahnya. Kerak ini
yang menempati sebagai benua. ·
Kerak samudera,
merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian atas,
kemudian di bawahnya batuan-batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun
batuan beku gabro dan peridotit. Kerak ini menempati sebagai samudera. 2) Lapisan Sima, yaitu lapisan kulit bumi
yang disusun oleh logam-logam silisium dan magnesium dalam
bentuk senyawa SiO2 dan MgO. Lapisan ini merupakan berat jenis
yang lebih besar daripada Lapisan Sial karena mengandung besi dan magnesium,
yaitu mineral veromagnesium dan batuan basalt. Lapisan Sima merupakan bahan
yang bersifat elastis dan mempunyai ketebalan rata-rata 65 km. Batu-batuan kulit bumi dapat dibagi menjadi 3
golongan,yaitu batuan beku, sediment, dan batuan
metamorf. 1. Batuan
beku atau sering disebut igneous rocks adalah batuan yang
terbentuk dari satu atau beberapa mineral dan terbentuk akibat pembekuan dari
magma. Berdasarkan teksturnya batuan beku ini bisa dibedakan lagi menjadi
batuan beku plutonik dan vulkanik. Perbedaan antara keduanya bisa dilihat
dari besar mineral penyusun batuannya. Batuan beku plutonik umumnya terbentuk
dari pembekuan magma yang relatif lebih lambat sehingga mineral-mineral
penyusunnya relatif besar. Contoh batuan beku plutonik ini seperti gabro,
diorite, dan granit (yang sering dijadikan hiasan rumah). Sedangkan batuan
beku vulkanik umumnya terbentuk dari pembekuan magma yang sangat cepat
(misalnya akibat letusan gunung api) sehingga mineral penyusunnya lebih
kecil. Contohnya adalah basalt, andesit (yang sering dijadikan pondasi
rumah), dan dacite |
|
|
|
|
|